Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2017

Behind the Scene Sebuah Skripsi

Setelah kebut-kebutan ngejar deadline pendaftaran wisuda, hari ini baru sempat bikin tulisan “hore” karena akhirnya si Juny lulus juga. Aku baru banget beres munaqasyah (a.k.a sidang skripsi), 19 Juli 2017 lalu, di ujung tanduk semester 8. Alhamdulillah, duit SPP semester 9 bisa dipake jajan :D Tapi serius, dua minggu belakangan adalah 2 minggu terpanjang dan paling sibuk yang pernah aku alami. Rasanya, tiap jam dalam sehari itu berarti banget buat ngurusin segala macam surat-menyurat atau apapun yang terkait dengan birokrasi. Ini mau cabut dari kampus aja ribet banget, yang mesti diurus bejibun dan lumayan bikin geregetan.

Sedikit cerita, aku mulai ngerjain skripsi itu sejak September 2016, selesai KKN langsung dapat pembimbing. Kemudian sempat aku tinggalin sampai awal Desember, karena waktu itu ada 2 deadline proyek riset lain yang aku kerjain bareng teman-teman. Ditambah lagi, aku PPL di pertengahan Oktober sampai November. Jadi, fokus nulis dan bimbingannya itu baru di Januari 201…

The Lost Relationship

Ada banyak orang-orang berharga yang pernah menghabiskan waktu dan membuat kenangan bersama kita. Ada yang menyebutnya sahabat, teman dekat, dan ada pula yang menyebutnya bagian dari keluarga. Lalu akhirnya, tiap-tiap mereka yang dulu 'dekat', sekarang menjadi tidak terlalu dekat, sekedar ingat pada momentum tertentu, bahkan ada yang tak lagi bertukar kabar hingga lupa dengan orang itu. Mungkin kita pernah menjadi salah satu di antaranya, atau justru keduanya sebagai subjek sekaligus objek. Terlebih lagi saat jarak mulai bermunculan hingga perlahan semakin jauh. Sebagian dari kita tentu pernah merasakan emosi yang muncul saat itu. Ada perasaan sedih dan sakit karena merasa ditinggalkan serta  dilupakan.

Lalu siapa yang bersalah? Sebenarnya tak ada yang salah, kalaupun ada, maka keduanya bersalah.
Dalam hal ini, siapa yang seharusnya mempertahankan hubungan itu? Jelas saja keduanya perlu sama-sama berusaha

Kalau salah satu merasa:
"Kok aku terus yang menghubungi?"
&q…

Disyukurin Aja (Coretan Mahasiswa Tingkat Akhir)

Berasa udah lama banget gak nulis disini. Kayanya hidup sebagai mahasiswa bukannya bikin aku jadi lebih produktif nulis, tapi justru lebih produktif bikin tugas dan nyari waktu luang buat malas-malasan.
Gila coy, hidup sebagai mahasiswa itu gak se-enteng yang aku bayangin pas SMA. Dulu ekspektasinya, bakalan belajar mata kuliah yang asik, baju bebas, ketawa-ketiwi bareng temen di kantin, nongkrong di kafe keren, nonton film terbaru, bakalan lebih modis dengan dandanan gahul ala-ala, punya duit dari kerjaan freelance writer, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Padahal realitanya, Senin-Sabtu: kuliah, perpustakaan, diskusi, ngelab, ngerjain tugas, ujian, makan siang di kantin yang penuh sesak sambil buru-buru ngejar kelas selanjutnya. Hari Minggu: tidur, nyuci, beresin rumah, ngerjain tugas, atau belajar buat presentasi, atau belajar buat ujian. Mata kuliah yang dipelajari boro-boro asik, malah bikin stress.
Seragam bebas? Hanya tinggal impian. Dulu, kalo ngeliat foto zamannya jadi adek …