Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

My Traces

Teringat akan masa beberapa tahun silam.
Saat kaki ini mulai membuat jejak-jejak dalam kehidupan.
Bersama orang-orang yang entah bagaimana bisa bersatu dengan seluruh perbedaan dan keunikan.
Mengingat senyum-senyum polos itu.
Mengingat tawa-tawa yang bebas dan bahagia itu.
Mengingat semburat kesedihan saat duka yang tak harus berpura-pura kuat.
Mengingat raut merah di wajah yang kesal dan marah
Mengingat canda-canda konyol yang seolah tak pernah habisnya.
Semuanya begitu ringan. Semua begitu mudah.
Dan Tuhan membuat semuanya terasa indah bagiku, saat bersama mereka.
Tak pernah ada benci yang membekas untuk setiap hal yang terjadi.
Tak pernah ada ksedihan panjang untuk masalah yang selalu datang.
Aku benar-benar merindukan masa-masa itu.
Aku begitu merindukan mereka.
Begitu besar keinginan hati untuk mengumpulkan jejak-jejak langkah itu kembali ke masa-masa lalu.
Tapi itu tak mampu ku lakukan.

Kita hidup dengan keadaan kita yang sekarang dan untuk masa yang akan datang.
Manusia boleh mengena…
Senyum mu selalu hangat.. Sapaanmu selalu menyenangkan.. Kepeduliaanmu tak mampu untuk dilepas dari tiap kebutuhanku.. Pikiranmu membuat setiap hal seakan mudah dan mungkin untuk dilakukan.
Bersamamu membuat semuanya terasa mungkin.. Bersamamu membuat ku yakin untuk bermimpi.. Bersamamu membuat setiap impianku terasa dekat..
Dibalik setiap kelembutan dan kebahagiaan yang selalu kau berikan.. Ada ketegasan yang tak mampu dibantah oleh siapapun dalam dirimu.. Aku tidak takut! Aku hanya ingin mengagumi mu. Aku ingin terus belajar darimu.
--> For someone
Saat melakukan tindakan-tindakan konyol, hal itu justru menjadikan kamu berbeda dan unik.
Bagaimana saya hanya mencoba untuk melakukan apa yang saya mampu, tapi justru menghasilkan tindakan-tindakan aneh dan memalukan.
Namun, saya belajar..
Belajar dari setiap detik kehidupan saya.
Bahwa bagaimanapun anehnya saya membuat sesuatu itu terjadi, saya justru mampu meraih hal-hal yang saya inginkan melalui itu semu.

::Just a memory::

Resensi I am You

Terkadang, hal penting yang kita lakukan tak perlu orang lain untuk tau.
Biarkan saja mereka menilai dari apa yang mereka lihat.
Karena kita hanya butuh nilai yang diberikan Tuhan.
Dan terkadang, waktu mampu berbicara untuk setiap kebaikan dan keburukan yang tersimpan

:)
Aku bukanlah seorang motivator ulung.
Tapi aku tak ingin kehilangan setiap motivasi dalam hidup.
Saat aku lelah, pengingat itu berdering.
Saat aku lalai, pengingat itu menghampiri.

Tuhan..
Terimakasih telah mengirim orang-orang hebat disekitar ku.
Siapapun mereka, kalian mungkin tak kan menyadari betapa hebat mereka mengubahku.
Kalian tak kan sadar, bahwa mereka semua adalah istimewa.

Aku mungkin tak sehebat mereka yang mampu menjadi sumber motivasi bagi orang lain.
Aku mungkin tak sehebat mereka yang membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah.
Karena aku bukanlah mereka.
Tapi aku akan lebih baik dari mereka.

Aku belajar dari apa yang ku lihat.
Aku belajar dari apa yang ku dengar.
Aku belajar dari apa yang ku rasa.
Dan lingkungan adalah tempat aku belajar.

Bagaimana cara mereka memotivasi ku, selalu ku simpan dalam memory dengan baik.
Karena aku tau, akan ada saatnya aku menghadapi orang-orang yang sepertiku kini.

Hari ini..
Aku tau bahwa aku telah belajar dari mereka yang hebat.
Aku bukanlah siapa-siapa
Aku juga bukan apa-apa
Tapi aku ingin menjadi something bersamanya.
Melengkapi dan menciptakan keajaiban.
Keajaiban yang selalu aku miliki.
Entah orang lain mempercayainya, atau justru menertawakannya.

Tuhan..
Boleh aku ucapkan terimakasih pada Mu?
Anugerah Mu memang tak pernah lelah menyertai ku.

Satu hal yang mungkin tak pernah ku lakukan.
Bahkan berpikir untuk melakukannya pun entahlah..

Ada butir bening yang membendung saat ini.
Butiran yang meminta untuk segera ku lepaskan.
Tuhan..
Sejak kapan aku menjadi seperti ini?
Kenapa aku bisa seperti ini?

Bukan karena dia air mata ini jatuh, Tuhaan.
Tapi karena-Mu yang telah menciptakan makhluk seperti dia.

Boleh aku mengetahui lebih dari ini Tuhan?
Lebih dari sekedar barisan kata.
Yang lebih mampu untuk ku ingat.

Boleh aku membantunya menapaki jalan di depan ini Tuhan?
Menemani dan menopang dalam setiap keadaannya.
Mendengarkan setiap kesah dan rintihnya.
Melengkapi hidupnya dengan kasih dan sayang yang selalu b…
Resensi Circle of Love Oleh: Juny Zalisa